Rabu, 02 Februari 2011

Tempat itu di sebut Komaka


“Ketika ada yang bertanya apa yang kamu dapat dari sana mungkin adalah pengalaman dan ilmu pengetahuan, tapi lebih dari itu aku mendapatkan kawan yang luar biasa”

 komaka (komunitas mahasiswa merdeka)

Konyol, bodoh, miris, maho dan hal yang tak biasa lainnya. Sedikit penggambaran dari manusia manusia yang bermukim di Komaka. Aneh…? Itu tidak benar, itu hal wajar yang terjadi di sana, bila ada yang berlaku normal malah kamu yang terlihat aneh. 

Berawal dari seorang yang bernama Jim Nales aku terjerumus ke lembah Komaka. Dunia aneh dengan penghuni kebanyakan memiliki muka seperti lukisan Picaso (abstrak), dengan kelakuan yang tak pernah terbesit sedikit pun di pikirkan oleh manusia normal.

Bukan bukan …!!! Mereka bukan setengah manusia setengah jin..

Mereka termasuk spesies Komakolus Ane’ensis ,di temukan di pinggiran sungai Eufrat dan Tigris di bawa dari sana oleh Tan Malaka ke Indonesia dan sekarang menjadi Komunitas yang berkeliaran bebas di Fakultas Hukum UII.

 manusia ajaib komaka yang sering menghantui ku

Di balik tingkah konyol dan bodohnya. Manusia manusia Komaka ternyata mempunyai sisi kritis dan skeptis yang sangat tinggi. Jika mereka sudah berbicara serius, pasti terpikir di otak ku kalau mereka akan menjadi orang sukses di kemudian hari. Mereka mengetahui, “agama” mahasiswa sekarang adalah Hedonisme, maka dari itu para manusia komaka berusaha mungkin menghindari dan menjauhi dari “agama” tersebut. Mereka tidak sedikitpun mempunyai sifat Individual. Buang sifat itu jauh jauh ..!!! kata seorang dari manusia Komaka.

Teringat ketika aku sedang tak mempunyai uang sepeser pun. Waktu itu aku tak mau di ajak makan bareng dengan manusia Komaka karna tak punya uang sepeser pun, ketika ku jujur kalau tak punya uang, sungguh reaksi yang menurutku tak normal di lampiaskan manusia Komaka. Mereka marah besar “buat apa ada kita jika kamu masih bersikap seperti ini, sudah ikut saja dan makan tak usah pikirkan masalah itu” bicara dengan keras salah satu manusia Komaka.

 manusia komaka dan peristiwa

 papan nama dekan jadi asbak

 Pesahabatan yang luar biasa ku dapatkan di komaka. Mungkin sebagai mahasiswa perantau aku hanya tinggal sendiri di Jogja, asing di kota yang katanya kota pelajar, asing dengan dengan budaya yang katanya ramah, sungguh asing. Setidaknya itu terjadi sebelum ku bertemu tempat yang paling asing yaitu Komaka. Mereka teman mereka kawan mereka sahabat mereka keluarga.



dedicated to komaka

3 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...