Jumat, 27 April 2012

Jurnalis Robot

Saya sempat tercengang, ketika membaca post dari pak Pujiono J.S di aliran Google+ saya tentang kemungkinan 90% pekerjaan membuat berita oleh pers akan digantikan oleh robot 15 tahun mendatang, dari sumber yang di dapatnya dari artikel yang diterbitkan oleh wired.com.


Pasalnya ketika membaca artikel tersebut, baru saja saya pulang dari melakukan kegiatan reportase / meliput suatu berita untuk terbitan LPM Keadilan online, membuat saya berfikir bahwa pekerjaan yang baru saya lakukan tadi ternyata bisa dilakukan oleh seoongok mesin yang tak bernyawa. Wow.

Adalah perusahaan Narrative Science, yang mengembangkan teknologi membuat algoritma yang memungkinkan mesin untuk mampu memproduksi berita hanya dalam waktu 12 detik setelah semua data dimasukkan.

Dalam artikel di Wired.com diceritakan bahwa berita tentang sebuah pertandingan bisbol di Amerika bisa diproduksi hanya dalam waktu 12 DETIK setelah pertandingan selesai. Saat itu kemungkinan besar para pemain kedua tim pun belum selesai untuk saling berjabat tangan. fantastis, bukan? Ini tentu saja lebih menguntungkan daripada mengandalkan seorang reporter lulusan jurusan jurnalistik universitas ternama manapun.

Jika beberapa tahun lagi kegiatan memproduksi berita akan dilakukan oleh robot atau mesin dan ternyata dapat lebih efisien serta cerdas maka pekerjaan pers hanya akan menjadi bagian sejarah peradaban manusia, sialnya saya adalah orang yang tidak menginginkan hal itu terjadi, belum lagi akan banyak seseorang wartawan kehilangan pekerjaannya karena pekerjaannya telah digantikan oleh mesin.

Sejarah perkembangan pers adalah sejarah kebangkitan bangsa, khususnya bangsa Indonesia. Dimana penggiat pers pribumi pertama kali bapak Tirto adhi Soejo adalah pengispirasi perjuangan para pribumi menumpas para kolonial di Indonesia. Banyak orang hebat lainnya lahir dari latar belakang seorang pers sebut saja Gonawan Muhammad pendiri dan mantan pemimpin redaksi majalah Tempo yang sampai sekarang masih mengisi kolom caping di majalah Tempo, Andy F Noya dengan acara Kick Andinya dapat menginspirasi rakyat Indonesia dan banyak lagi.

Akankah nama-nama legendaris wartawan, sastrawan, penyair dan penulis akan terhenti oleh mesin yang dapat menulis sendiri. Saya rasa ada hal yang harus dilakukan oleh mesin dan ada hal yang tetap harus dilakukan manusia, jangan sampai beberapa tahun mendatang penghargaan Pulitzer (penghargaan bergengsi para pers) akan dimenangkan oleh sebuah mesin yang dapat menulis dan membuat berita sendiri.


23 komentar:

  1. Jadi teringat sama dunia yg dibangun dalam film Surrogate... Mengerikan kalo itu bener2 terjadi :d

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga inget film Surogate....

      Hapus
    2. wah saya malah belum nonton film itu :(

      Hapus
  2. hmmm... kalaupun terjadi, si wartawan nggak akan kehilangan pekerjaan kok. Rejeki khan sudah ada yg ngatur. bukan robot itu yang menentukan rejekinya wartawan khan? hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalaupun itu terjadi, si wartawan tetap dapat rezeki tapi bukan dari pekerjaan pers.. haha
      karena pasti robot dapat lebih cepat dan mungkin lebih murah :D

      Hapus
  3. Saya pesimis ah kalo pekerjaan semacam jurnalis itu bisa digantiin sama robot, apa jadinya ntar dunia ini. Jangan2 kaya di film surrogates itu lagi. haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. namun menurut saya bisa saja itu terjadi, karena sudah ada buktinya robot dapat menulis berita..
      wa lagi2 fim itu, saya belum nonton

      Hapus
  4. Saya kurang setuju kalau bidang jurnalis, sastra, dan ilmu humaniora lain harus digantikan robot. Karena robot tidak mempunyai pencitraan, pemahaman dan perasaan yang dimiliki manusia :)

    Robot pantasnya digunakan untuk bidang eksakta. Salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, tapi kenyataan untuk menulis berita yang sifatnya informasi robot bisa lebih efisien...

      Hapus
  5. waduh..

    gawat juga kalo kejadian..
    :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah - mudahan jangan sampai kejadian ;)

      Hapus
  6. jangan jangan nanti yang diwawancara juga robot.
    trus yang nonton juga robot.
    manusia mw nagapai ya.?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manusianya jadi kaum minoritas, kaya di film terminator haha

      Hapus
  7. kunjungan gan .,.
    Belajarlah untuk bisa menerima sesuatu yang baru.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.

    BalasHapus
  8. Balasan
    1. Ya jaman memang selalu berkembang

      Hapus
  9. lama-lama qt juga bakal jd robot ne,. wkwkwk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha bisa jadi kalo hati manusia telah hilang

      Hapus
  10. wahh kalo semua pake robot, manusia kerja apa yee?? :

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manusia tinggal duduk terus dapet duit haha

      Hapus
  11. 12 detik? wow... itu cepat sekali... tapi aku sih yakin wartawan gak akan tergantikan. menulis itu kan harus ada taste'nya, ada jiwanya. robot/mesin gak punya itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mbak indi..
      wah bangga udah di kunjungin salahsatu penulis favorit saya :D

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...