Rabu, 25 Mei 2011

Bad Service!!

Beberapa hari yang lalu aku mendengar komplain temanku Peni Wahyudi tentang uang di ATM ‘Mandiri’nya yang mendadak gak bisa di ambil, padahal seharusnya saldonya masih mencukupi untuk di ambil Rp50.000 lagi, karena saldo minimal Bank Mandiri adalah Rp50.000. Sebagai anak kos uang Rp50.000 sangat lah berharga demi kelangsungan hidupnya, apalagi di akhir bulan seperti ini (aku sangat mengerti). Bukan hanya Peni temanku yang merasa demikian, Aghi pun merasakan hal yang sama. 

Sangking keselnya Peni terhadap Bank Mandiri ia sampai punya rencana untuk mendirikan Organisasi Nasabah Mandiri, yang akan menuntut jikalau Bank tersebut membuat kecewa pelanggan lagi, hahaha kayaknya dia mau jadi ketuanya deh. Aku bilang “daripada bikin organisasi capek-capek mendingan pindah Bank aja pen”, tapi ia bersikukuh dengan berargumentasi “ Aku dan Aghi saldonya di potong Rp50.000 begitu saja tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Bayangkan nasabah mandiri ada berapa orang se-Indonesia coba aja di kali Rp50.000”, aku pikir benar juga perkataan Peni, berapa keuntungan yang di rauk Bank Mandiri ya?

Dua hari setelah kejadian itu, gak sengaja aku buka kaskus dan melihat thread “Soal Saldo Minimal, Bank Mandiri Bertindak Sepihak” mejeng di halaman utama (Hot Thread). Benar saja di dalamnya banyak keluhan serupa seperti yang temanku rasakan (untung aku bukan nasabah bank Mandiri hha). Thread tersebut berisi surat kekecewaan seorang bernama Oci kepada Monitor Indonesia. Dalam surat itu, Oci mengungkapkan Bank Mandiri menetapkan batas minimal saldo dari Rp50.000 menjadi Rp100.000 tanpa ada pemberitahuan terlebih dulu. Akibatnya, ketika ia akan menarik uang tunai, tercekal oleh mesin ATM.


Hem.. padahal Bank Mandiri kan Bank ber-plat merah seharusnya melayani masyarakat Indonesia lebih baik dari Bank swasta tapi kenyataannya menyedihkan. Kayaknya ini Bank udah salah urus selepas Agus Martowardoyo. Mendingan jadi nasabah Bank yang merakyat seperti BRI atau BNI jauh lebih kecil saldo minimalnya. Coba bayangin Buruh Pabrik yang gajinya cuma UMR atau malah dibawah UMR. 100rb = beras 1 minggu ,kalo di potong Rp50.000, apa petinggi-petinggi Bank Mandiri mikirin yang kayak gitu? Okeh jangan jauh-jauh buruh, anak kos aja banyak yang kelaperan dan rela meminjam uang temannya gara-gara kebijakan sepihak Bank Mandiri, bisa-bisa paguyuban anak kos se-Indonesia berbondong-bondong pindah Bank nih hha.

Well, ini adalah salah satu contoh kecil dari kekecewaan masyarakat pada pelayanan yang di berikan pemerintah Indonesia. Hal-hal kecil seperti ini lah yang bisa menjadi akumulasi kekecewaan besar yang lain. Belum lagi kasus PSSI dengan anggota 78-nya yang membuat dunia sepak bola Indonesia menjadi panggung politik, ditambah kasus Nazarudin bendahara umum partai demokrat yang memberikan sejumlah uang dolar singapura kepada Mahfud MD dengan alasan tanpa maksut apa-apa (itu gratifikasi kalee), padahal presiden kita kan juga kader partai Demokrat *malu-maluin. Mungkin Indonesia akan lebih baik tanpa orang-orang seperti itu.

Setidaknya ada berita baik yang aku dapat saat ini, akhirnya Peni mengurungkan niatnya untuk membuat Organisasi Nasabah Mandiri hahahaha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...