Jumat, 17 Juni 2011

New Header and Inspiration Story


Pagi ini gua kira gua kelewatan ujian, untung ternyata sekarang hari Jumat.. Alhamdulilah... gak jadi di sembelih sama orang di rumah.

Hari ini gua cuma bilang kalo gua ganti header blog. Hoooree setelah memakai header blog yang monoton (cuma tulisan doank) kayak kemaren, gua ganti yang sedikit ada gambar-gambarnya tapi header blog yang kalian liat sekarang sudah mengalami pergantian dua kali, header blog yang sebelumnya seperti ini

dengan header kayak gini blog gua jadi kaya situs Play Grup
Pas gua pake header blog yang ada gambar Om Djajoesnya, astagfirulah kok gua ngerasa blog gua jadi kayak blog anak-anak, karena gua kaga mau blog gua yang super keren ini (menurut gua doank) kayak anak-anak, maka gua buat lagi yang aga mendingan, hasilnya ya header blog yang gua pake sekarang, tapi kok kalo gua liat-liat norak juga ya?? Kayaknya ini sekarang cocok jadi blognya anak 4L4y deh? arrgghh tau dah, bodo amat.....

***

Oh iya gua punya kisah inspiratif nih gak bakal nyesel dah bacanya,cerita ini gua dapet dari dosen gua pak Bagya, beberapa bulan yang lalu dia cerita kisah yang keren banget ini pas kuliahnya, kayaknya layak gua share ke kalian buat inspirasi hidup, baca ya sampe selesai gag bakal nyesel kok. Ini kisah dari negeri Cina, gini ceritanya:

Pada jaman dahulu di negeri Cina ada sepasang pasangan yang saling mencintai, lalu mereka memutuskan untuk menikah. Pasangan tersebut tinggal di rumah sang suami bersama mertuanya (ibu dari suami). Pasa awalnya sang istri dan mertuanya dapat hidup berbarengan dan saling akur, namun seiring waktu berjalan sang istri dan mertuanya mulai tidak akur karena mempertahankan ke egoisan masing-masing.

Mereka berdua mulai bertengkar dari masalah sepele pun mulai mereka permasalahkan, Sang mertua mulai merasa tidak cocok dengan sang menantunya, mereka berdua menganggap dirinya lah yang paling benar atas semua pertengkarang namun sang suami tidak mengetahui pertengkarang yang terjadi di rumahnya karena sang istri dan ibunya menutupi pertengkaran yang ada, mereka seolah akur jika di depan suaminya.

Bertahun-tahunpun terlewati mereka berdua malah semakin menjadi bertengkarnya dan saling membenci satu sama lain. Sampai pada suatu ketika sang istri yang sudah tidak tahan perlakuan mertuanya pergi ke salah seorang tabib terkenal di kampung halamannya, kemudian sang istri menceritakan semua permasalahan dengan mertuanya pada sang tabib tersebut dan berencana ingin membunuhnya dengan racun yang akan dia minta dari tabib tersebut. Sang tabib yang mendengar cerita tersebut mencegah niat sang istri namun tekad sang istri sangat kuat dengan di landasi kebencian pada mertuanya sehingga sang tabib tak bisa menghentikannya.

Lalu tabib tersebut memberika sekantung serbuk racun sesuai keinginan sang istri, sebelum sang istri pergi tabib itu berpesan, racun itu akan berkerja perlahan-lahan masukanlah racun tersebut kedalam makananya setiap hari selama 6 bulan maka ia akan mati dan selama itu pula sang istri harus berprilaku baik pada mertuanya dengan melayani dan memberikan makanan yang sudah di berikan racun tersebut, jangan lupa selalu tersenyum di depannya agar ketika dia mati kamu tidak akan di curigai membunuhnya.

Sang istripun menuruti semua perkataan dan melaksanakan semua yang di perintahkan tabib tersebut. Selama 6 bulan sang istri memperlakukan sang mertua dengan sangat baik, melayani dan memberikan makan yang sudah di beri racun setiap hari, selalu tersenyum ketika bertemu dan sikap ramah pada mertuanya, tiga bulan pertama sang mertua yang biasanya galak mulai berubah menjadi baik karena perilaku sang istri yang baik, setelah enam bulan sang mertua sudah sangat sayang pada menantunya sehingga ia lebih sayang dari anaknya sendiri, sang istripun berubah pikiran karena sang mertua yang galak berubah menjadi baik, dan berencana ingin membatalkan pembunuhannya, lalu ia pergi ke tabib itu lagi.

Sang istri cerita tentang kehidupanya enam bulan terakhir dan berencana meminta penawar racun yang telah di kasihnya pada mertuanya kerena sang istri sudah mulai menyayangi mertuanya seperti ibunya sendiri. Sang tabibpun tertawa mendengar cerita sang istri lalu sang tabib berkata bahwa sebenarnya sekantong racun yang dikasih bukanlah racun sungguhan melainkan obat untuk menjaga daya tahan tubuh, dan sang tabib memang sengaja melakukan hal itu agar sang istri tidak membunuh mertuanya sendiri. Sang istripun sadar sebenarnya perilaku dia yang buruk lah yang menyebabkan pertengkaran ini dan jika dia merubah perilakunya dengan baik maka ia juga akan mendapat perilaku yang baik serupa.

***

What your impression after reading the story?
Ya sebenarnya perilaku tidak menyenangkan yang sering gua terima dari keluarga, teman dan siapapun yang gua kenal adalah dampak dari perilaku buruk gua sendiri pada mereka, jadi jika ingin di perilakukan dengan baik oleh seseorang mulailah berkaca apakah kita sudah memperilakukan orang tersebut dengan baik?
Mengkoreksi diri gua sendiri lebih baik daripada terus menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada diri gua, bagaimana dengan lo? :D

4 komentar:

  1. ada award nih bang :))

    http://aul-home.blogspot.com/2011/06/auls-open-home.html

    BalasHapus
  2. salam kenal juga yah :)
    salam blogger indonesia hihhihi :D

    BalasHapus
  3. Setuju ma moral dari cerita di atas. Kita harus sering bercermin, kalo ga mau disakiti ya jangan menyakiti...it's just that simple

    Salam kenal ya

    BalasHapus
  4. Aul : thanks :D

    Kartika : Salam kenal juga :D

    claude : yap sebenarnya apa yang kita dapat adalah cerminan diri kita sendiri :D

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...