Kamis, 03 Februari 2011

Love you from the core of my heart


“Dia tidak pernah mengeluh lelah, dia tidak pernah mengeluh bosan, dia tidak pernah mengeluh dan mengeluh setidaknya hanya pada ku”

  
Wajahnya sudah tidak bisa di sembunyikan lagi. Dengan pemoles yang tebal pun aku dengan jelas bisa melihatnya. Dengan senyuman manis pun aku dengan jelas bisa melihatnya. Matamu terlihat lebih berat dari sebelumnya. Senyummu tidak seindah dahulu. Gerakanmu tak selincah waktu itu. Semangatmu tak mengebu sperti kemarin.

Aku tidak menyadari jika umurku sudah 21 tahun. Bukankah itu berarti dia telah merawatku selama itu? Umurku belum apa apa di banding lamanya dia berkerja untuk perut dan kehidupanku. Walau hal ini akan terjadi pada setiap manusia tapi terkadang ku tak bisa menerimanya. Wanita itu yang terus ada untuk ku, sekalipun ia tidak pernah meninggalkanku. Teringat tingkahku yang sering kali membuatnya kesal, ingin rasannya memukul diriku sendiri waktu itu.

Aku sudah hapal suara langkah kaki itu. Setiap malam aku mendengar langkah itu datang. Bahagia jika mendengarnya. Dia pulang dari kerjanya seharian. Wajah dan badan lelah tampak. Bertahun tahun ia seperti itu, bertahun tahun pula ku membuatnya seperti itu.

Dia terlelap persis di hadapanku, rasanya air mata tak bisa ku bendung saat mataku berhenti di wajahnya. Benar aku bisa melihatnya. Kerut dan kendur. Dia berbeda sekali sekarang. Aku mengenalnya sebagai sesosok cantik nan molek. Akan kah semua anak merasakan hal yang sama? Walau jawabannya “iya” tetap aku merasa menjadi yang paling sedih.

Hebat, jika aku menyalahkan Tuhan. Hebat, jika aku menyalahkan waktu. Hebat jika menyalahkan keadaan. Seharusnya aku menyalahkan diri sendiri, karna sampai aku berdiri sekarang, sekalipun tak pernah membuatnya bangga.

Many hugs Only luv never anger Teaching me Helping me Every smile when I was sad Raising me to be strong It spells Mother. Thanks for being you…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...